Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Jumat, 21 Maret 2008

Makassar Ciber City : Pemkot & Pengusaha IT ?

Cyber City merupakan suatu kota yang mampu mengintegrasikan berbagai komponen seperti industri software dan hardware, lembaga riset, exhibition center dan perguruan tinggi dalam suatu kawasan, sehingga menjadi kota mandiri yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Cyber City harus memiliki infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang lengkap baik kuantitas dan kualitasnya yang dengan fasilitas yang meliputi sarana akses informasi dan sistem pengolahan data seperti teknologi internet, database, intranet maupun ekstranet yang mempunyai kecepatan tinggi dan kapasitas yang besar.


Saat ini banyak program pengembangan dan pembangunan yang mengatasnamakan Cyber City bermunculan diberbagai kota di dengan tujuan pengembangan yang beragam. Program tersebut diinisiasi oleh berbagai organisasi seperti pengusaha properti seperti Jababeka, perguruan tingi seperti BHTV dan pemerintah daerah seperti Bogor Cyberpark dan lain-lainnya. Agar pengembangan cybercity yang ada dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka mengurangi digital divide diperlukan evaluasi dan monitoring terhadap pengembangan dan obyek yang dikembangkannya.

Studi Evaluasi Pemanfaatan Cyber City di Indonesia dilakukan melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan pedoman wawancara dan pengamatan langsung untuk mengetahui tentang pemahaman dalam pemanfaatan Cyber City serta pengembangannya kedepan. Selain itu juga dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, melalui teknik survey pada masyarakat lewat penyebaran kuesioner, untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat secara statistik dalam pemanfaatan Cyber City .

Berdasarkan hasil kegiatan Studi Evaluasi Pemanfaatan Cyber City di Indonesia, terbukti bahwa masih banyak berbagai kendala dan hambatan untuk bisa mewujudkan suatu Cyber City di Indonesia, mulai dari pendanaan, regulasi, dan pembangunannya. Saat ini status pengembangan Cyber City di Indonesia secara kenyataannya belum ada yang memenuhi persyaratan sebagai suatu Cyber City berdasarkan kriteria-kriteria yang dipersyaratkan. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan suatu regulasi yang khusus tentang Cyber City yang bisa mendefinisikan secara jelas komponen-komponen yang harus diwujudkan oleh pengembang Cyber City beserta konsekuensinya.

Bangsa Indonesia agaknya bisa berbangga hati, sebuah situs internasional mencatat bahwa masyarakat Indonesia menduduki peringkat ke-13 sebagai pengakses Internet tertinggi di dunia.

"Sebenarnya sih masyarakat Indonesia yang menggunakan atau mengakses Internet itu `nggak` terlalu tinggi dibanding dengan besaran populasi penduduknya," ujar pakar Teknologi Informasi (TI) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rommy Satria Wahono

Prestasi tersebut diharapkan mampu memicu semangat masyarakat Indonesia terutama pelajar dan mahasiswa, untuk terus menggeluti dunia maya yang sarat pengetahuan dan teknologi itu.

Berdasarkan situs itu, peringkat pertama pengakses internet dunia diduduki Amerika Serikat (AS), peringkat kedua China, sedangkan satu tingkat di atas Indonesia adalah Kanada.

Persentase masyarakat Indonesia pengakses Internet itu hanya berkisar delapan persen dari populasi penduduk Indonesia, sedangkan masyarakat pengakses Internet dari AS telah mencapai 33 persen dari populasi penduduknya.

Sementara itu, pengajar TI Institut Pertanian Bogor (IPB), Ny. Setyo Pertiwi, mengatakan bahwa saat ini mahasiswa menggunakan Internet baru sebagai pendamping dalam proses kegiatan belajarnya.

"Internet masih menjadi pendamping sistem belajar konvensional, dan diharapkan seluruh mahasiswa segera meningkatkan peran internet sebagai sarana e-learning," ujarnya.

Mahalnya biaya untuk mengakses Internet, ucapnya, diharapkan tidak menjadi penghalang utama untuk membangkitkan gairah e-learning, dan tentunya peran kampus sebagai lembaga penyelenggara pendidikan tinggi harus bisa membantu mewujudkan proses e-learning itu

Apakah peryataan Ny. Setyo Pertiwi bahwa biaya mengakses irternet ini sebagai batu penghalang buat warga makassar untuk memanfaatkan gudang informasi itu ????

Ataukah memang pihak pemerintah kota makassar kita bekerja sama dengan asosiasi pengusaha-pengusaha jasa di bidang internet ini ???? bisa jadi iya, mereka bekerja sama dengan pihak pemerinta kota yang telah memplaningkan Makassar Ciber City. Dikalau memang Makassar Ciber City ini betul-betul merambah sampai daerah-daerah tertantu di makassar maka Pengusaha Jasa di bidang ini akan merugi alias konsumennya akan berkurang dibanding dengan hari-hari sebelumnya.

Kalau kita melihat perkembangan usaha IT di makassar sendiri sudah berambat luas. Itu juga di karenakan persentase pengguna layanan internet di makassar sangat besar. Apa lagi sekarang ini Perguruan-perguruan tinggi di makassar sudah beranega ragam.

Marilah kita melihat bangsa kita ini maju, makassar kita ini maju tetapi jangan maju karena hasil-hasil korupsi, janji-janji pada saat kampanye dan tete bengenya.

0 Your Coment:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Masukan dan kritikan anda turut andil dalam penyempurnaan blog ini. Made_Blink182